Nama Unit Usaha: Pabrik Tahu "Sumber Rezeki"
Lokasi: Jl. Raya Industri No. 45, Rangkasbitung
Jenis Produk: Tahu putih ukuran standar
Kapasitas Produksi: 500 potong/hari atau 15.000 potong/bulan
Jam Operasional: 05.00 - 15.00 WIB (10 jam/hari, 26 hari/bulan)
B. IDENTIFIKASI SUMBER DAN INTENSITAS ENERGI
Tabel Inventarisasi Energi:
| No | Peralatan | Jenis Energi | Daya/Konsumsi | Durasi/Bulan | Direct/Indirect |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Motor Penggiling | Listrik PLN | 1,5 kW | 130 jam | Direct |
| 2 | Kompor Gas (2 unit) | LPG | 15 tabung 3kg | - | Direct |
| 3 | Pompa Air | Listrik PLN | 0,5 kW | 50 jam | Indirect |
| 4 | Penerangan | Listrik PLN | 50W total | 260 jam | Indirect |
| 5 | Kulkas Display | Listrik PLN | 0,15 kW | 780 jam | Indirect |
Klasifikasi:
Direct Energy (Energi Langsung):
- Motor penggiling: digunakan langsung dalam proses transformasi bahan baku
- Kompor gas: untuk perebusan yang mengubah karakteristik produk
Indirect Energy (Energi Tidak Langsung):
- Pompa air: mendukung proses tetapi tidak mengubah produk langsung
- Penerangan: untuk kenyamanan dan keamanan kerja
- Pendinginan: untuk penyimpanan setelah produksi
Total Konsumsi Energi per Bulan:
- Listrik: (1,5 × 130) + (0,5 × 50) + (0,05 × 260) + (0,15 × 780) = 195 + 25 + 13 + 117 = 350 kWh
- LPG: 15 tabung × 3 kg = 45 kg LPG
C. PERHITUNGAN DASAR (ANALISIS KUANTITATIF)
1. Konversi ke Satuan Standar (MJ)
Faktor Konversi:
- 1 kWh = 3,6 MJ
- 1 kg LPG = 46,1 MJ
Perhitungan:
Listrik: 350 kWh × 3,6 MJ/kWh = 1.260 MJ
LPG: 45 kg × 46,1 MJ/kg = 2.074,5 MJ
Total Energi: 1.260 + 2.074,5 = 3.334,5 MJ/bulan
2. Intensitas Energi
Intensitas Energi = Total Energi ÷ Jumlah Produk
Perhitungan: 3.334,5 MJ ÷ 15.000 potong = 0,222 MJ/potong tahu
Atau dalam kWh: 350 kWh ÷ 15.000 = 0,023 kWh/potong
Interpretasi: Setiap potong tahu memerlukan energi setara 0,222 MJ atau 23 Wh listrik.
3. Estimasi Jejak Karbon (Carbon Footprint)
Faktor Emisi:
- Listrik PLN Indonesia: 0,85 kg CO₂/kWh
- LPG: 2,9 kg CO₂/kg
Perhitungan Emisi:
Dari Listrik: 350 kWh × 0,85 kg CO₂/kWh = 297,5 kg CO₂
Dari LPG: 45 kg × 2,9 kg CO₂/kg = 130,5 kg CO₂
Total Emisi CO₂: 297,5 + 130,5 = 428 kg CO₂/bulan atau 5,14 ton CO₂/tahun
Jejak Karbon per Produk: 428 kg ÷ 15.000 potong = 0,029 kg CO₂/potong (29 gram CO₂/potong)
D. ANALISIS EFISIENSI DAN REKOMENDASI
Identifikasi Energy Loss (Kehilangan Energi):
- Panas Terbuang dari Kompor (40-50% kehilangan)
- Tidak ada isolasi pada tungku perebusan
- Api kompor terlalu besar, melebihi diameter panci
- Estimasi loss: ~1.000 MJ/bulan
- Idling Motor Penggiling (10% waktu tidak produktif)
- Motor tetap menyala saat menunggu bahan atau istirahat
- Estimasi pemborosan: 13 kWh/bulan = 46,8 MJ
- Lampu Menyala di Siang Hari
- Area produksi terang alami tapi lampu tetap menyala
- Estimasi pemborosan: 5 kWh/bulan = 18 MJ
- Kebocoran Panas dari Panci Tanpa Tutup
- Proses perebusan tidak menggunakan tutup optimal
- Perpanjangan waktu perebusan ~15%
Total Energy Loss: ~1.064 MJ/bulan (~32% dari total energi)
REKOMENDASI PENINGKATAN EFISIENSI:
Rekomendasi 1: Optimalisasi Sistem Pembakaran
- Tindakan:
- Buat windshield/pembatas angin di sekitar kompor
- Gunakan panci dengan diameter sesuai api kompor
- Pasang reflektor panas di bawah panci
- Estimasi Penghematan: 20-30% energi LPG = 9-13,5 kg LPG/bulan
- Penghematan Biaya: Rp 180.000 - 270.000/bulan (asumsi Rp 20.000/kg)
- Penghematan Emisi: 26-39 kg CO₂/bulan
- Investasi: Rp 500.000 (payback period: 2-3 bulan)
Rekomendasi 2: Manajemen Operasional Motor
- Tindakan:
- Matikan motor saat istirahat >10 menit
- Susun jadwal grinding batch yang efisien
- Gunakan timer otomatis
- Estimasi Penghematan: 10-15% energi listrik motor = 19,5-29,25 kWh/bulan
- Penghematan Biaya: Rp 27.000 - 40.000/bulan (asumsi Rp 1.400/kWh)
- Penghematan Emisi: 16,6-24,9 kg CO₂/bulan
- Investasi: Rp 0 (hanya prosedur operasional)
Rekomendasi 3: Pemanfaatan Pencahayaan Alami
- Tindakan:
- Pasang sensor cahaya atau saklar terpisah untuk area dengan jendela
- Buat SOP mematikan lampu saat tidak diperlukan
- Cat dinding warna terang untuk memaksimalkan refleksi cahaya
- Estimasi Penghematan: 30-40% energi penerangan = 3,9-5,2 kWh/bulan
- Penghematan Biaya: Rp 5.500 - 7.300/bulan
- Penghematan Emisi: 3,3-4,4 kg CO₂/bulan
- Investasi: Rp 300.000 untuk sensor cahaya
Rekomendasi Bonus: Heat Recovery (Jangka Panjang)
- Manfaatkan air panas sisa perebusan untuk proses perendaman kedelai berikutnya
- Potensi penghematan energi: 5-8% dari total energi LPG
KESIMPULAN
Ringkasan Temuan:
- Total energi: 3.334,5 MJ/bulan
- Intensitas energi: 0,222 MJ/potong
- Jejak karbon: 428 kg CO₂/bulan
- Potensi penghematan: 32% melalui 3 rekomendasi utama
Proyeksi Implementasi Rekomendasi:
- Penghematan energi: ~1.067 MJ/bulan
- Penghematan biaya: Rp 350.000 - 450.000/bulan
- Pengurangan emisi: 137 kg CO₂/bulan (~32%)
- Total investasi: Rp 800.000 (ROI: 2-3 bulan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar