Minggu, 04 Januari 2026

Tugas Terstruktur 13 : Analisis Aliran Energi dan Jejak Karbon pada Proses Produksi Mikro/Kecil

 

 

Nama Unit Usaha: Pabrik Tahu "Sumber Rezeki"
Lokasi: Jl. Raya Industri No. 45, Rangkasbitung
Jenis Produk: Tahu putih ukuran standar
Kapasitas Produksi: 500 potong/hari atau 15.000 potong/bulan
Jam Operasional: 05.00 - 15.00 WIB (10 jam/hari, 26 hari/bulan) 

 

 

 

 

B. IDENTIFIKASI SUMBER DAN INTENSITAS ENERGI

Tabel Inventarisasi Energi:

NoPeralatanJenis EnergiDaya/KonsumsiDurasi/BulanDirect/Indirect
1Motor PenggilingListrik PLN1,5 kW130 jamDirect
2Kompor Gas (2 unit)LPG15 tabung 3kg-Direct
3Pompa AirListrik PLN0,5 kW50 jamIndirect
4PeneranganListrik PLN50W total260 jamIndirect
5Kulkas DisplayListrik PLN0,15 kW780 jamIndirect

Klasifikasi:

Direct Energy (Energi Langsung):

  • Motor penggiling: digunakan langsung dalam proses transformasi bahan baku
  • Kompor gas: untuk perebusan yang mengubah karakteristik produk

Indirect Energy (Energi Tidak Langsung):

  • Pompa air: mendukung proses tetapi tidak mengubah produk langsung
  • Penerangan: untuk kenyamanan dan keamanan kerja
  • Pendinginan: untuk penyimpanan setelah produksi

Total Konsumsi Energi per Bulan:

  • Listrik: (1,5 × 130) + (0,5 × 50) + (0,05 × 260) + (0,15 × 780) = 195 + 25 + 13 + 117 = 350 kWh
  • LPG: 15 tabung × 3 kg = 45 kg LPG

C. PERHITUNGAN DASAR (ANALISIS KUANTITATIF)

1. Konversi ke Satuan Standar (MJ)

Faktor Konversi:

  • 1 kWh = 3,6 MJ
  • 1 kg LPG = 46,1 MJ

Perhitungan:

Listrik: 350 kWh × 3,6 MJ/kWh = 1.260 MJ

LPG: 45 kg × 46,1 MJ/kg = 2.074,5 MJ

Total Energi: 1.260 + 2.074,5 = 3.334,5 MJ/bulan


2. Intensitas Energi

Intensitas Energi = Total Energi ÷ Jumlah Produk

Perhitungan: 3.334,5 MJ ÷ 15.000 potong = 0,222 MJ/potong tahu

Atau dalam kWh: 350 kWh ÷ 15.000 = 0,023 kWh/potong

Interpretasi: Setiap potong tahu memerlukan energi setara 0,222 MJ atau 23 Wh listrik.


3. Estimasi Jejak Karbon (Carbon Footprint)

Faktor Emisi:

  • Listrik PLN Indonesia: 0,85 kg CO₂/kWh
  • LPG: 2,9 kg CO₂/kg

Perhitungan Emisi:

Dari Listrik: 350 kWh × 0,85 kg CO₂/kWh = 297,5 kg CO₂

Dari LPG: 45 kg × 2,9 kg CO₂/kg = 130,5 kg CO₂

Total Emisi CO₂: 297,5 + 130,5 = 428 kg CO₂/bulan atau 5,14 ton CO₂/tahun

Jejak Karbon per Produk: 428 kg ÷ 15.000 potong = 0,029 kg CO₂/potong (29 gram CO₂/potong)


D. ANALISIS EFISIENSI DAN REKOMENDASI

Identifikasi Energy Loss (Kehilangan Energi):

  1. Panas Terbuang dari Kompor (40-50% kehilangan)
    • Tidak ada isolasi pada tungku perebusan
    • Api kompor terlalu besar, melebihi diameter panci
    • Estimasi loss: ~1.000 MJ/bulan
  2. Idling Motor Penggiling (10% waktu tidak produktif)
    • Motor tetap menyala saat menunggu bahan atau istirahat
    • Estimasi pemborosan: 13 kWh/bulan = 46,8 MJ
  3. Lampu Menyala di Siang Hari
    • Area produksi terang alami tapi lampu tetap menyala
    • Estimasi pemborosan: 5 kWh/bulan = 18 MJ
  4. Kebocoran Panas dari Panci Tanpa Tutup
    • Proses perebusan tidak menggunakan tutup optimal
    • Perpanjangan waktu perebusan ~15%

Total Energy Loss: ~1.064 MJ/bulan (~32% dari total energi)


REKOMENDASI PENINGKATAN EFISIENSI:

Rekomendasi 1: Optimalisasi Sistem Pembakaran

  • Tindakan:
    • Buat windshield/pembatas angin di sekitar kompor
    • Gunakan panci dengan diameter sesuai api kompor
    • Pasang reflektor panas di bawah panci
  • Estimasi Penghematan: 20-30% energi LPG = 9-13,5 kg LPG/bulan
  • Penghematan Biaya: Rp 180.000 - 270.000/bulan (asumsi Rp 20.000/kg)
  • Penghematan Emisi: 26-39 kg CO₂/bulan
  • Investasi: Rp 500.000 (payback period: 2-3 bulan)

Rekomendasi 2: Manajemen Operasional Motor

  • Tindakan:
    • Matikan motor saat istirahat >10 menit
    • Susun jadwal grinding batch yang efisien
    • Gunakan timer otomatis
  • Estimasi Penghematan: 10-15% energi listrik motor = 19,5-29,25 kWh/bulan
  • Penghematan Biaya: Rp 27.000 - 40.000/bulan (asumsi Rp 1.400/kWh)
  • Penghematan Emisi: 16,6-24,9 kg CO₂/bulan
  • Investasi: Rp 0 (hanya prosedur operasional)

Rekomendasi 3: Pemanfaatan Pencahayaan Alami

  • Tindakan:
    • Pasang sensor cahaya atau saklar terpisah untuk area dengan jendela
    • Buat SOP mematikan lampu saat tidak diperlukan
    • Cat dinding warna terang untuk memaksimalkan refleksi cahaya
  • Estimasi Penghematan: 30-40% energi penerangan = 3,9-5,2 kWh/bulan
  • Penghematan Biaya: Rp 5.500 - 7.300/bulan
  • Penghematan Emisi: 3,3-4,4 kg CO₂/bulan
  • Investasi: Rp 300.000 untuk sensor cahaya

Rekomendasi Bonus: Heat Recovery (Jangka Panjang)

  • Manfaatkan air panas sisa perebusan untuk proses perendaman kedelai berikutnya
  • Potensi penghematan energi: 5-8% dari total energi LPG

KESIMPULAN

Ringkasan Temuan:

  • Total energi: 3.334,5 MJ/bulan
  • Intensitas energi: 0,222 MJ/potong
  • Jejak karbon: 428 kg CO₂/bulan
  • Potensi penghematan: 32% melalui 3 rekomendasi utama

Proyeksi Implementasi Rekomendasi:

  • Penghematan energi: ~1.067 MJ/bulan
  • Penghematan biaya: Rp 350.000 - 450.000/bulan
  • Pengurangan emisi: 137 kg CO₂/bulan (~32%)
  • Total investasi: Rp 800.000 (ROI: 2-3 bulan)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Terstruktur 13 : Analisis Aliran Energi dan Jejak Karbon pada Proses Produksi Mikro/Kecil

    Nama Unit Usaha: Pabrik Tahu "Sumber Rezeki" Lokasi: Jl. Raya Industri No. 45, Rangkasbitung Jenis Produk: Tahu putih uku...