Sabtu, 24 Januari 2026

Tugas Terstuktur 12 : Infografis Konsumen Berkelanjutan

 

PANDUAN LENGKAP PENGERJAAN INFOGRAFIS KONSUMEN BERKELANJUTAN

๐Ÿ“Œ TAHAP 1: PERENCANAAN DAN RISET

A. Pilih Target Audiens

Saya merekomendasikan memilih MAHASISWA karena:

  • Lebih mudah memahami kebutuhan dan tantangan mereka
  • Solusi lebih sederhana dan low-budget
  • Relevan dengan kehidupan kampus sehari-hari

B. 3 Langkah Nyata untuk Mahasiswa

LANGKAH 1: BAWA PERLENGKAPAN MAKAN MINUM SENDIRI ๐Ÿฅค

Pesan Kunci: "Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai"

Penjelasan Singkat:

  • Bawa botol minum isi ulang, tumbler kopi, dan kotak makan
  • Hindari sedotan plastik dan kemasan sekali pakai
  • Dampak: 1 mahasiswa bisa mengurangi hingga 500 botol plastik per tahun

Sumber: Ellen MacArthur Foundation (2019) - Plastik sekali pakai berkontribusi 40% dari total sampah plastik

LANGKAH 2: BIJAK DALAM MEMBELI PAKAIAN ๐Ÿ‘•

Pesan Kunci: "Stop Fast Fashion, Mulai Smart Fashion"

Penjelasan Singkat:

  • Beli pakaian berkualitas yang tahan lama
  • Eksplorasi thrift shop/barang second berkualitas
  • Ikut program tukar atau donasi pakaian
  • Dampak: Industri fashion menghasilkan 10% emisi karbon global

Sumber: UNEP (2023) - Fashion industry environmental impact report

LANGKAH 3: PILIH TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN ๐Ÿšฒ

Pesan Kunci: "Bergerak Hijau, Hemat Kantong"

Penjelasan Singkat:

  • Prioritaskan jalan kaki atau sepeda untuk jarak dekat
  • Gunakan transportasi umum atau carpooling
  • Manfaatkan aplikasi ride-sharing bersama teman
  • Dampak: Bersepeda 10 km/hari bisa hemat Rp 300.000/bulan dan kurangi 700 kg CO2/tahun

Sumber: Kementerian Perhubungan RI & European Cyclists' Federation

C. Judul yang Menarik

Opsi Judul:

  1. ✅ "3 Langkah Nyata untuk Menjadi Konsumen Berkelanjutan" (Judul Wajib)
  2. Bisa ditambah subjudul: "Aksi Sederhana Mahasiswa untuk Bumi"

๐ŸŽจ TAHAP 2: DESAIN INFOGRAFIS

A. Rekomendasi Tools

Pilihan Terbaik: CANVA (gratis & mudah)

  • Buka canva.com
  • Pilih "Infographic" template
  • Ukuran yang disarankan: 800 x 2000 px (portrait)

B. Struktur Desain yang Efektif

╔═══════════════════════════════════════╗
║                                       ║
║   ๐ŸŒ 3 LANGKAH NYATA UNTUK           ║
║   MENJADI KONSUMEN BERKELANJUTAN      ║
║   Aksi Sederhana Mahasiswa            ║
║                                       ║
╠═══════════════════════════════════════╣
║                                       ║
║   1️⃣  [IKON BOTOL] ๐Ÿฅค                ║
║   BAWA PERLENGKAPAN SENDIRI           ║
║   ________________________________    ║
║   • Botol minum isi ulang             ║
║   • Kotak makan & sedotan reusable    ║
║   ๐Ÿ’ก Kurangi 500 botol plastik/tahun  ║
║                                       ║
╠═══════════════════════════════════════╣
║                                       ║
║   2️⃣  [IKON BAJU] ๐Ÿ‘•                 ║
║   BIJAK MEMBELI PAKAIAN               ║
║   ________________________________    ║
║   • Pilih kualitas > kuantitas        ║
║   • Thrift shop & tukar pakaian       ║
║   ๐Ÿ’ก Fashion = 10% emisi global       ║
║                                       ║
╠═══════════════════════════════════════╣
║                                       ║
║   3️⃣  [IKON SEPEDA] ๐Ÿšฒ               ║
║   TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN       ║
║   ________________________________    ║
║   • Jalan kaki/sepeda jarak dekat     ║
║   • Transportasi umum & carpooling    ║
║   ๐Ÿ’ก Hemat Rp 300rb/bulan             ║
║                                       ║
╠═══════════════════════════════════════╣
║                                       ║
║   ๐Ÿ“š Sumber:                          ║
║   Ellen MacArthur Foundation, UNEP,   ║
║   Kemenhub RI                         ║
║                                       ║
║   Dibuat oleh:                        ║
║   [NAMA ANDA] - NIM: [NIM ANDA]      ║
║                                       ║
╚═══════════════════════════════════════╝

C. Panduan Warna

Palet Warna Berkelanjutan:

  • Primer: Hijau tua (#2D5016) - representasi alam
  • Sekunder: Hijau muda (#7CB342) - segar, positif
  • Aksen: Krem/Beige (#F5F5DC) - netral, hangat
  • Teks: Hitam (#333333) atau Abu tua

Tools: Gunakan coolors.co untuk harmoni warna

D. Tips Desain Visual

Ikon/Ilustrasi:

  • Gunakan ikon flat design (modern & minimalis)
  • Di Canva: Cari "eco icons", "sustainable icons"
  • Konsisten dalam style (semua outline atau semua filled)

Font:

  • Judul: Poppins Bold/Montserrat Bold (36-48pt)
  • Sub-judul: Poppins SemiBold (24-28pt)
  • Isi: Open Sans/Roboto Regular (16-18pt)

Hierarki Visual:

  • Angka langkah dibuat besar dan mencolok
  • Gunakan bullet points untuk sub-poin
  • Beri ruang kosong (white space) cukup

๐Ÿ“ค TAHAP 3: PENYERAHAN

Checklist Sebelum Submit:

Konten:

  • ✅ Judul sesuai: "3 Langkah Nyata untuk Menjadi Konsumen Berkelanjutan"
  • ✅ 3 langkah dengan penjelasan lengkap
  • ✅ Ikon/visual untuk tiap langkah
  • ✅ Data pendukung (statistik/fakta)
  • ✅ Sumber referensi tercantum
  • ✅ Nama lengkap dan NIM

Teknis:

  • ✅ Format: .PNG (kualitas terbaik) atau .JPG
  • ✅ Resolusi minimal 1080px lebar
  • ✅ File size: 1-5 MB (jangan terlalu besar)
  • ✅ Test buka di perangkat lain (pastikan tidak blur)

Export dari Canva:

  1. Klik "Share" → "Download"
  2. Pilih "PNG" (recommended) atau "PDF"
  3. Centang "High quality"
  4. Download

๐ŸŽฏ STRATEGI DAPAT NILAI MAKSIMAL

40% - Akurasi & Relevansi Konten

Lakukan:

  • Riset sumber kredibel (UN, NGO internasional, jurnal)
  • Pastikan data up-to-date (2020-2025)
  • Berikan contoh aplikatif untuk mahasiswa Indonesia
  • Sertakan dampak nyata (angka/statistik)

Hindari:

  • Informasi umum tanpa data
  • Langkah yang tidak realistis untuk mahasiswa
  • Sumber dari blog pribadi/tidak kredibel

30% - Kreativitas Desain Visual

Lakukan:

  • Gunakan ilustrasi custom atau ikon unik
  • Kombinasi warna yang eye-catching tapi profesional
  • Tambahkan elemen visual pendukung (grafik kecil, pattern)
  • Layout asimetris tapi seimbang

Hindari:

  • Template default tanpa modifikasi
  • Terlalu banyak warna (maksimal 4 warna)
  • Clipart generik/murahan

20% - Kejelasan Komunikasi

Lakukan:

  • Bahasa sederhana, langsung ke poin
  • Gunakan call-to-action yang jelas
  • Alur membaca intuitif (top to bottom)
  • Highlight kata kunci dengan warna/bold

Hindari:

  • Kalimat bertele-tele
  • Terlalu banyak teks (maksimal 50-60 kata per langkah)
  • Font terlalu kecil

10% - Kepatuhan Format

Pastikan:

  • Semua elemen wajib ada
  • Format file benar
  • Resolusi cukup tinggi
  • File bisa dibuka dengan baik

๐Ÿ“š SUMBER REFERENSI KREDIBEL

Wajib Dikutip:

  1. Ellen MacArthur Foundation (2019) - "The New Plastics Economy"
  2. UNEP (2023) - "Sustainability and Circularity in the Textile Value Chain"
  3. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI - Program pengurangan sampah plastik
  4. European Cyclists' Federation - Environmental benefits of cycling

Link Berguna:

  • sdgs.un.org (SDG 12: Responsible Consumption)
  • ellenmacarthurfoundation.org
  • unep.org

⚡ QUICK START GUIDE (30 MENIT)

Menit 1-5: Buka Canva → Pilih template "Infographic" → Pilih yang vertical/portrait

Menit 6-15:

  • Ganti judul
  • Masukkan 3 langkah dengan ikon
  • Tambahkan penjelasan singkat

Menit 16-25:

  • Sesuaikan warna (gunakan palet hijau-krem)
  • Ganti font yang konsisten
  • Tambahkan sumber dan identitas

Menit 26-30:

  • Review keseluruhan
  • Export PNG high quality
  • Test buka file

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas Mandiri 15 : Mind Map Karier Insinyur Beretika (Ethical Career Roadmap)

Mind Map Karier Insinyur Beretika (Ethical Career Roadmap)

 

 

 

 

 

๐Ÿ’ญ Refleksi: Pentingnya Integritas Etika bagi Masa Depan Industri Indonesia

Integritas etika menjadi fondasi krusial bagi industri Indonesia di era transisi energi. Tanpa kejujuran dalam pelaporan dampak lingkungan dan komitmen terhadap keberlanjutan, kita hanya akan mengulang kesalahan masa lalu dimana pertumbuhan ekonomi mengorbankan kelestarian alam. Sebagai calon profesional di industri baterai EV, saya yakin bahwa penerapan prinsip-prinsip ekologi industri seperti LCA, DfE, dan simbiosis industri bukan sekadar kepatuhan regulasi, tetapi investasi jangka panjang untuk daya saing global. Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen baterai berkelanjutan, namun hanya akan terwujud jika kita mengintegrasikan nilai-nilai etis dalam setiap keputusan bisnis. Dengan transparansi, tanggung jawab antargenerasi, dan kehati-hatian terhadap dampak ekologis, kita dapat membangun industri yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memastikan masa depan yang layak bagi generasi mendatang.

 

Tugas Terstruktur 14 : Pemetaan Jaringan Simbiosis Industri (Eco-Industrial Network Map)

 

Laporan Perancangan Kawasan Industri Ekologis (Eco-Industrial Park)

BAGIAN I: DESKRIPSI AKTOR INDUSTRI

1. PT Energi Hijau Nusantara – Pembangkit Listrik Biomassa

  • Input Utama: Biomassa (sekam padi, serbuk kayu), air untuk pendinginan, udara pembakaran
  • Output Produk: Listrik (50 MW)
  • Output Limbah: Uap panas bekas (waste steam 150°C), abu boiler (fly ash & bottom ash), air pendingin hangat (35-40°C), emisi gas buang terfilter

2. PT Kertas Lestari – Pabrik Kertas Daur Ulang

  • Input Utama: Kertas bekas, air proses, energi termal untuk pengeringan, bahan kimia (NaOH, H₂O₂)
  • Output Produk: Kertas kardus dan kemasan
  • Output Limbah: Sludge selulosa (lumpur pulp), air limbah dengan kandungan organik tinggi, limbah plastik dan kontaminan non-pulp

3. PT Agro Subur Mandiri – Pabrik Pupuk Organik

  • Input Utama: Bahan organik, starter mikroba, air
  • Output Produk: Pupuk kompos, pupuk organik granular
  • Output Limbah: Air lindi (leachate) dari proses pengomposan, gas metana dan CO₂ dari dekomposisi, residu screening

4. PT Pangan Sejahtera – Pengolahan Makanan (Pabrik Mie Instan)

  • Input Utama: Tepung terigu, minyak goreng, bumbu, air bersih, energi panas untuk penggorengan dan pengeringan
  • Output Produk: Mie instan
  • Output Limbah: Air limbah berminyak, uap panas dari proses penggorengan, limbah kemasan plastik, minyak jelantah

5. Unit Pengolahan Air Terpadu (IPAL Kawasan)

  • Input Utama: Air limbah dari semua industri di kawasan
  • Output Produk: Air olahan (reclaimed water), biogas dari proses anaerobik
  • Output Limbah: Lumpur aktif (biosolid), air reject (brine) dari reverse osmosis

BAGIAN II: ECO-INDUSTRIAL NETWORK MAP

Berikut adalah visualisasi jaringan simbiosis industri dalam kawasan ini:

 

 

BAGIAN III: TABEL SINERGI

Dari (Pemasok Limbah)Menuju (Penerima)Jenis Sumber DayaManfaat bagi Penerima
Pembangkit ListrikPabrik KertasUap Panas (Steam 150°C)Mengurangi 60% konsumsi boiler mandiri untuk proses pengeringan pulp
Pembangkit ListrikPabrik Mie InstanUap Panas (Steam)Menghemat energi untuk proses steaming dan pengeringan mie sebesar 45%
Pembangkit ListrikPabrik KertasAir Pendingin Hangat (35-40°C)Digunakan untuk pre-heating water sebelum masuk boiler, menghemat energi 15%
Pembangkit ListrikPabrik PupukAbu Boiler (Fly Ash)Sumber mineral (K, P, Ca) untuk memperkaya kandungan pupuk organik
Pabrik KertasPabrik PupukSludge SelulosaBahan baku organik kaya karbon untuk proses pengomposan
Pabrik KertasIPAL KawasanAir Limbah ProsesDiolah menjadi air bersih untuk digunakan kembali
Pabrik Mie InstanPabrik PupukLimbah Organik (sisa adonan, remah mie reject)Bahan organik untuk kompos, mengurangi biaya bahan baku
Pabrik Mie InstanIPAL KawasanAir Limbah BerminyakPengolahan anaerobik menghasilkan biogas untuk energi
Pabrik PupukIPAL KawasanAir Lindi (Leachate)Diolah untuk mengurangi beban organik sebelum discharge
IPAL KawasanPabrik KertasAir Olahan (Reclaimed Water)Menggantikan 70% kebutuhan air bersih untuk proses pencucian dan pendinginan
IPAL KawasanPabrik Mie InstanAir OlahanDigunakan untuk sistem pendinginan dan pembersihan, menghemat air bersih 50%

BAGIAN IV: ANALISIS DAMPAK

A. Pengurangan Beban Lingkungan (Analisis Kualitatif-Kuantitatif)

1. Pengurangan Limbah Padat

  • Abu boiler dari pembangkit (±20 ton/bulan) yang sebelumnya dibuang ke TPA kini dimanfaatkan sebagai mineral enrichment dalam pupuk organik
  • Sludge selulosa dari pabrik kertas (±50 ton/bulan) dialihkan ke pabrik pupuk, mengurangi 100% pembuangan ke landfill
  • Total pengurangan limbah ke TPA: ~70 ton/bulan atau 840 ton/tahun (pengurangan 85%)

2. Efisiensi Penggunaan Air

  • Pabrik Kertas: Penggunaan air olahan dari IPAL mengurangi konsumsi air bersih dari 15.000 m³/bulan menjadi 4.500 m³/bulan (pengurangan 70%)
  • Pabrik Mie Instan: Pengurangan konsumsi air bersih sebesar 50% atau ~5.000 m³/bulan
  • Total penghematan air kawasan: ~15.500 m³/bulan atau 186.000 m³/tahun

3. Efisiensi Energi

  • Pabrik Kertas menghemat 60% energi thermal dari boiler mandiri dengan memanfaatkan waste steam pembangkit (setara ~1.200 GJ/bulan)
  • Pabrik Mie Instan menghemat 45% kebutuhan steam (setara ~800 GJ/bulan)
  • Pre-heating water menggunakan air pendingin hangat menghemat tambahan 15% energi (setara ~300 GJ/bulan)
  • Total penghematan energi: ~2.300 GJ/bulan, setara pengurangan emisi CO₂ sebesar ~180 ton/bulan

4. Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

  • Dari efisiensi energi: ~180 ton CO₂/bulan
  • Dari pemanfaatan biogas IPAL menggantikan bahan bakar fosil: ~40 ton CO₂/bulan
  • Total pengurangan emisi: ~220 ton CO₂/bulan atau 2.640 ton CO₂/tahun

5. Nilai Ekonomi Sirkular

  • Penghematan biaya pembuangan limbah: ~Rp 250 juta/tahun
  • Penghematan biaya energi: ~Rp 1,8 miliar/tahun
  • Penghematan biaya air: ~Rp 350 juta/tahun
  • Pendapatan tambahan dari produk sampingan (pupuk dari abu dan sludge): ~Rp 400 juta/tahun
  • Total manfaat ekonomi kawasan: ~Rp 2,8 miliar/tahun

B. Tantangan Teknis dalam Implementasi

1. Degradasi Kualitas Uap Panas pada Transmisi Jarak Jauh

Deskripsi Masalah: Uap panas dari pembangkit listrik ke pabrik kertas dan pabrik mie instan mengalami penurunan suhu akibat heat loss selama transmisi melalui pipa. Jika jarak antar fasilitas >500 meter, uap 150°C dapat turun hingga 120-130°C, mengurangi efektivitas untuk proses yang membutuhkan suhu tinggi.

Solusi Mitigasi:

  • Instalasi pipa steam dengan insulasi termal berlapis (mineral wool + aluminium cladding) untuk meminimalkan heat loss hingga <5°C per 100 meter
  • Penempatan strategis industri penerima steam dalam radius maksimal 300 meter dari pembangkit
  • Penggunaan steam trap dan kondensate recovery system untuk memaksimalkan efisiensi
  • Monitoring real-time temperature sepanjang jalur distribusi menggunakan sensor IoT

2. Variabilitas Kualitas Limbah sebagai Input

Deskripsi Masalah: Komposisi sludge selulosa dari pabrik kertas dan limbah organik dari pabrik mie instan dapat bervariasi tergantung jenis produk yang diproduksi. Variasi kandungan moisture content, kontaminan kimia, atau material non-organik dapat mengganggu proses pengomposan di pabrik pupuk.

Solusi Mitigasi:

  • Penetapan standar kualitas minimum untuk setiap jenis limbah yang dipertukarkan (misalnya: sludge harus memiliki moisture content <65%, kontaminan plastik <2%)
  • Instalasi pre-treatment facility di pabrik sumber untuk screening dan stabilisasi limbah sebelum transfer
  • Sistem kontrak bilateral yang mencakup quality assurance dan penalty mechanism
  • Buffer storage di pabrik pupuk untuk mencampur batch dengan kualitas berbeda demi homogenisasi

REFERENSI

  1. Chertow, M. R. (2007). "Uncovering" Industrial Symbiosis. Journal of Industrial Ecology, 11(1), 11-30. https://doi.org/10.1162/jiec.2007.1110
  2. Jacobsen, N. B. (2006). Industrial Symbiosis in Kalundborg, Denmark: A Quantitative Assessment of Economic and Environmental Aspects. Journal of Industrial Ecology, 10(1-2), 239-255. https://doi.org/10.1162/108819806775545411
  3. Simboli, A., Taddeo, R., & Morgante, A. (2014). Value and Wastes in Manufacturing: An Overview and a New Perspective Based on Eco-Efficiency. Administrative Sciences, 4(3), 173-191. https://doi.org/10.3390/admsci4030173
  4. Geng, Y., Zhang, P., Cรดtรฉ, R. P., & Fujita, T. (2009). Assessment of the National Eco-Industrial Park Standard for Promoting Industrial Symbiosis in China. Journal of Industrial Ecology, 13(1), 15-26.
  5. Notarnicola, B., Settanni, E., Tassielli, G., & Giungato, P. (2016). Industrial Symbiosis in the Taranto Industrial District: Current Level, Constraints and Potential New Synergies. Journal of Cleaner Production, 122, 133-143.

 

 

 

Minggu, 04 Januari 2026

Tugas Terstruktur 13 : Analisis Aliran Energi dan Jejak Karbon pada Proses Produksi Mikro/Kecil

 

 

Nama Unit Usaha: Pabrik Tahu "Sumber Rezeki"
Lokasi: Jl. Raya Industri No. 45, Rangkasbitung
Jenis Produk: Tahu putih ukuran standar
Kapasitas Produksi: 500 potong/hari atau 15.000 potong/bulan
Jam Operasional: 05.00 - 15.00 WIB (10 jam/hari, 26 hari/bulan) 

 

 

 

 

B. IDENTIFIKASI SUMBER DAN INTENSITAS ENERGI

Tabel Inventarisasi Energi:

NoPeralatanJenis EnergiDaya/KonsumsiDurasi/BulanDirect/Indirect
1Motor PenggilingListrik PLN1,5 kW130 jamDirect
2Kompor Gas (2 unit)LPG15 tabung 3kg-Direct
3Pompa AirListrik PLN0,5 kW50 jamIndirect
4PeneranganListrik PLN50W total260 jamIndirect
5Kulkas DisplayListrik PLN0,15 kW780 jamIndirect

Klasifikasi:

Direct Energy (Energi Langsung):

  • Motor penggiling: digunakan langsung dalam proses transformasi bahan baku
  • Kompor gas: untuk perebusan yang mengubah karakteristik produk

Indirect Energy (Energi Tidak Langsung):

  • Pompa air: mendukung proses tetapi tidak mengubah produk langsung
  • Penerangan: untuk kenyamanan dan keamanan kerja
  • Pendinginan: untuk penyimpanan setelah produksi

Total Konsumsi Energi per Bulan:

  • Listrik: (1,5 × 130) + (0,5 × 50) + (0,05 × 260) + (0,15 × 780) = 195 + 25 + 13 + 117 = 350 kWh
  • LPG: 15 tabung × 3 kg = 45 kg LPG

C. PERHITUNGAN DASAR (ANALISIS KUANTITATIF)

1. Konversi ke Satuan Standar (MJ)

Faktor Konversi:

  • 1 kWh = 3,6 MJ
  • 1 kg LPG = 46,1 MJ

Perhitungan:

Listrik: 350 kWh × 3,6 MJ/kWh = 1.260 MJ

LPG: 45 kg × 46,1 MJ/kg = 2.074,5 MJ

Total Energi: 1.260 + 2.074,5 = 3.334,5 MJ/bulan


2. Intensitas Energi

Intensitas Energi = Total Energi ÷ Jumlah Produk

Perhitungan: 3.334,5 MJ ÷ 15.000 potong = 0,222 MJ/potong tahu

Atau dalam kWh: 350 kWh ÷ 15.000 = 0,023 kWh/potong

Interpretasi: Setiap potong tahu memerlukan energi setara 0,222 MJ atau 23 Wh listrik.


3. Estimasi Jejak Karbon (Carbon Footprint)

Faktor Emisi:

  • Listrik PLN Indonesia: 0,85 kg CO₂/kWh
  • LPG: 2,9 kg CO₂/kg

Perhitungan Emisi:

Dari Listrik: 350 kWh × 0,85 kg CO₂/kWh = 297,5 kg CO₂

Dari LPG: 45 kg × 2,9 kg CO₂/kg = 130,5 kg CO₂

Total Emisi CO₂: 297,5 + 130,5 = 428 kg CO₂/bulan atau 5,14 ton CO₂/tahun

Jejak Karbon per Produk: 428 kg ÷ 15.000 potong = 0,029 kg CO₂/potong (29 gram CO₂/potong)


D. ANALISIS EFISIENSI DAN REKOMENDASI

Identifikasi Energy Loss (Kehilangan Energi):

  1. Panas Terbuang dari Kompor (40-50% kehilangan)
    • Tidak ada isolasi pada tungku perebusan
    • Api kompor terlalu besar, melebihi diameter panci
    • Estimasi loss: ~1.000 MJ/bulan
  2. Idling Motor Penggiling (10% waktu tidak produktif)
    • Motor tetap menyala saat menunggu bahan atau istirahat
    • Estimasi pemborosan: 13 kWh/bulan = 46,8 MJ
  3. Lampu Menyala di Siang Hari
    • Area produksi terang alami tapi lampu tetap menyala
    • Estimasi pemborosan: 5 kWh/bulan = 18 MJ
  4. Kebocoran Panas dari Panci Tanpa Tutup
    • Proses perebusan tidak menggunakan tutup optimal
    • Perpanjangan waktu perebusan ~15%

Total Energy Loss: ~1.064 MJ/bulan (~32% dari total energi)


REKOMENDASI PENINGKATAN EFISIENSI:

Rekomendasi 1: Optimalisasi Sistem Pembakaran

  • Tindakan:
    • Buat windshield/pembatas angin di sekitar kompor
    • Gunakan panci dengan diameter sesuai api kompor
    • Pasang reflektor panas di bawah panci
  • Estimasi Penghematan: 20-30% energi LPG = 9-13,5 kg LPG/bulan
  • Penghematan Biaya: Rp 180.000 - 270.000/bulan (asumsi Rp 20.000/kg)
  • Penghematan Emisi: 26-39 kg CO₂/bulan
  • Investasi: Rp 500.000 (payback period: 2-3 bulan)

Rekomendasi 2: Manajemen Operasional Motor

  • Tindakan:
    • Matikan motor saat istirahat >10 menit
    • Susun jadwal grinding batch yang efisien
    • Gunakan timer otomatis
  • Estimasi Penghematan: 10-15% energi listrik motor = 19,5-29,25 kWh/bulan
  • Penghematan Biaya: Rp 27.000 - 40.000/bulan (asumsi Rp 1.400/kWh)
  • Penghematan Emisi: 16,6-24,9 kg CO₂/bulan
  • Investasi: Rp 0 (hanya prosedur operasional)

Rekomendasi 3: Pemanfaatan Pencahayaan Alami

  • Tindakan:
    • Pasang sensor cahaya atau saklar terpisah untuk area dengan jendela
    • Buat SOP mematikan lampu saat tidak diperlukan
    • Cat dinding warna terang untuk memaksimalkan refleksi cahaya
  • Estimasi Penghematan: 30-40% energi penerangan = 3,9-5,2 kWh/bulan
  • Penghematan Biaya: Rp 5.500 - 7.300/bulan
  • Penghematan Emisi: 3,3-4,4 kg CO₂/bulan
  • Investasi: Rp 300.000 untuk sensor cahaya

Rekomendasi Bonus: Heat Recovery (Jangka Panjang)

  • Manfaatkan air panas sisa perebusan untuk proses perendaman kedelai berikutnya
  • Potensi penghematan energi: 5-8% dari total energi LPG

KESIMPULAN

Ringkasan Temuan:

  • Total energi: 3.334,5 MJ/bulan
  • Intensitas energi: 0,222 MJ/potong
  • Jejak karbon: 428 kg CO₂/bulan
  • Potensi penghematan: 32% melalui 3 rekomendasi utama

Proyeksi Implementasi Rekomendasi:

  • Penghematan energi: ~1.067 MJ/bulan
  • Penghematan biaya: Rp 350.000 - 450.000/bulan
  • Pengurangan emisi: 137 kg CO₂/bulan (~32%)
  • Total investasi: Rp 800.000 (ROI: 2-3 bulan)

 

Tugas Terstuktur 12 : Infografis Konsumen Berkelanjutan

  PANDUAN LENGKAP PENGERJAAN INFOGRAFIS KONSUMEN BERKELANJUTAN ๐Ÿ“Œ TAHAP 1: PERENCANAAN DAN RISET A. Pilih Target Audiens Saya merekomendasik...